Tuesday, October 26, 2010

Renad is Come Back!

June 13 2010 -------
now, it has been 4 years ago. and yes, I remember. but a song is never enough.
'cause you'd never know how much I miss you now.
What time is it by the way? 3 pm?
What?! I gotta go!
------------------------------------------------------

Gue udah dibandara Soetta! Wah, mana nih Si Renad… gue lupa bawa papan penanda sih. Tadinya gue udah bikin tulisan diatas karton warna merah dengan nama lengkap Renad ples hiasan warna-warni. Biar mencolok. Tapi karena buru-buru, jadi lupa bawa.
Tiba-tiba...
''EMILEEEEEEEEH!''
"Renad?! Shit! RENAAAAAAAD!"
BRUK!
''ouch! Sakit Nad!''
''AHAHAHAH! I'm missing yew alots, em!'' katanya sambil mengacak-acak rambut rapih gue
''me too!!! Ohhh… gimme yer deadly hugs again Naaaad'' gue memeluknya lagi
Dan untuk mempersingkat cerita, percaya atau tidak, kami berpelukan dan ketawa kayak orang gila sepanjang jalan pulang kerumah; ke Ciparay. sedikit lebay dan merisihkan memang (merisihkan, dari kata dasar risih) but that's the real us.
Ganjen ketemu hiperaktif = lebay. Siapa yang ganjen? Renad. Eh salah, masa cowok ganjen sih?! Tapi kan gue juga ga hiperaktif. terus siapa yang hiperaktif?
Bukan… itu cuma cara kami mengekspresikan rasa kangen aja. Kangen yang udah terpendam selama 4 tahun.

Raynard Redha Raharja a.k.a Renad, tetangga sebelah rumah sekaligus BFF gue. umur kita cuma beda 1 tahun. Dia itu… cool. dingin. Bukan, keren. Cool = keren. Tau kan? Keren itu yang baik, murah hati, penyayang dan perhatian. Jadi kalo mau disebut cool, harus sering ngasih hadiah dulu.
???????
By the way sekarang, dia baru pulang dari Illinois. Dia dikirim kesana untuk tinggal dengan ayahnya, karena orang tua Renad divorced semenjak dia kelas 1 SMP, setelah pertemuan terakhir kami diatas atap rumah 4 tahun lalu. Selama 4 tahun itu dia sekolah disana, dia menghabiskan masa SMP nya disana, dia makan disana, tidur disana, dan boker disana.
But now, he's come back! Uuuuuh senangnya hatikuuu bisa ketemu lagi sama mahkluk satu ini.

''eh Em, gue bawa sesuatu dong buat lo!'' katanya sambil mulai mengaduk-aduk isi ransel nya yang ternyata. Whoa! Tas baru! Ransel merch MCR!
''realleh? Apa apa apa aaaaaaapaaaa?!'' gue teriak-teriak dengan gaya anak balita hiperaktif. (well, ternyata emang gue yang hiperaktif)
''ini diaaaa!''
whoaoaoaoaoaoah... Aku terpaku melihat kaos drop dead yang terbentang persis didepan mataku.
''buat gw Nad??''
''Iyalah. Lo mau ga?'' dia melemparkan kaos itu menutupi kepalaku.
''ah, disana lo ga jajan berapa hari Nad, buat beli kaos ini?'' aku memandangi kaos itu.
''harga disana ga mahal ko. Cuma lima puluh dolar''
''what the fuck!? Lima ratus ribu???'' kaget apa marah ya gw ini? ga jelas deh… secara, lima ratu ribu buat satu kaos! itu mahal abis. Itu itu itu itu uang yang banyak banget monyeeet. Kalo dibeliin kerupuk kan bisa dapet banyak banget tuh. Kalo satu kerupuk harganya seratus perak, bisa dapet LIMA RATUS KERUPUK! Bedeeeeuh, mencret men.
''what the hell!? Gw ikhlas ko beliin buat lo!'' ternyata gw lebih terdengar sedang marah bagi Renad. Tapi...
''thanks ya Naaaaaad" gue memeluknya lagi. Dan lagi dan lagi, lagi lagi lagi dan lagi.

Fin...
--------------------------------------------------------

0 comments:

Post a Comment

Newer Posts Older Posts